Selasa, 02 Agustus 2011

Pengertian Cloud Computing (Bagian 1)

pembicaraan di dunia Teknologi Informasi (TI).Hampir setiap hari selalu ada berita seputar cloud computing, baik secara teknologi maupun dari aspek bisnis.Apa sebenarnya Cloud Computing itu? Apakah hanya sekadar “hype”, atau memang sesuatu yang nyata? Dan apa dampaknya bagi kita semua?
Definisi Cloud Computing
Ketika kita membicarakan Cloud Computing, sebenarnya apakah kita membicarakan hal yang sama? Banyak pihak memberikan definisi cloud computing dengan perbedaan di sana-sini. Wikipedia mendefinisikan cloud computing sebagai
“komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dan data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti jaringan listrik”. 
Gartner mendefinisikannya sebagai “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.”
Forester mendefinisikannya sebagai “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”
Secara sederhana, Cloud Computing dapat kita bayangkan seperti sebuah jaringan listrik. Apabila kita membutuhkan listrik, apakah kita harus punya pembangkit listrik sendiri? Tentu tidak. Kita tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini, PLN), menyambungkan rumah kita dengan jaringan listrik, dan kita tinggal menikmati layanan tersebut. Pembayaran kita lakukan bulanan sesuai pemakaian.
Kalau listrik bisa seperti itu, mengapa layanan komputasi tidak bisa? Misalnya, apabila sebuah perusahaan membutuhkan aplikasi CRM (Customer Relationship Management). Kenapa perusahaan tersebut harus membeli aplikasi CRM, membeli hardware server, dan kemudian harus memiliki tim TI khusus untuk menjaga server dan aplikasi tersebut?Di sinilah cloud computing berperan. Penyedia jasa cloud computing seperti Microsoft, telah menyediakan aplikasi CRM yang dapat digunakan langsung oleh perusahaan tadi. Mereka tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini, Microsoft), “menyambungkan” perusahaannya dengan layanan tersebut (dalam hal ini, melalui Internet), dan tinggal menggunakannya. Pembayaran? Cukup dibayar per bulan (atau per tahun, tergantung kontrak) sesuai pemakaian. Tidak ada lagi investasi di awal yang harus dilakukan.
Agar lebih mudah membayangkannya, silahkan lihat ilustrasi pada Gambar 1.
Karakteristik Cloud Computing
Dengan semakin maraknya pembicaraan seputar cloud computing, semakin banyak perusahaan yang mengumumkan bahwa mereka menyediakan layanan cloud computing.Akan sangat membingungkan bagi kita para pengguna untuk memastikan bahwa layanan yang akan kita dapatkan adalah cloud computing atau bukan.Untuk mudahnya, dari semua definisi yang ada, dapat diintisarikan bahwa cloud computingideal adalah layanan yang memiliki 5 karakteristik berikut ini.
1. On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.
2. Broad Network Access
Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.
3. Resource Pooling
Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.
4. Rapid Elasticity
Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.
5. Measured Service
Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan  cloud computingdibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.

Kelebihan Cloud Computing
Dari semua penjelasan di atas, apa sebenarnya kelebihan dari Cloud Computing, terutama bagi dunia bisnis? Berikut beberapa di antaranya.
Tanpa Investasi Awal
Dengan cloud computing, kita dapat menggunakan sebuah layanan tanpa investasi yang signifikan di awal.Ini sangat penting bagi bisnis, terutama bisnis pemula (startup). Mungkin di awal bisnis, kita hanya perlu layanan CRM untuk 2 pengguna. Kemudian meningkat menjadi 10 pengguna.
Tanpa model cloud computing, maka sejak awal kita sudah harus membeli hardware yang cukup untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud computing, kita cukup membayar sesuai yang kita butuhkan.
Mengubah CAPEX menjadi OPEX
Sama seperti kelebihan yang pertama, kelebihan yang kedua masih seputar keuangan.
Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus dilakukan di awal, sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal (Capital Expenditure, atau CAPEX). Sedangkan dengan cloud computing, kita dapat melakukan pengeluaran operasional (Operational Expenditure, atau OPEX).
Jadi, sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon ketika kita cukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat membantu perusahaan secara keuangan.

Lentur dan Mudah Dikembangkan
Dengan memanfaatkan Cloud Computing, bisnis kita dapat memanfaatkan TI sesuai kebutuhan. Perhatikan Gambar 2 di bawah untuk melihat beberapa skenario kebutuhan bisnis.Penggunaan TI secara bisnis biasanya tidak datar-datar saja.
Dalam skenario “Predictable Bursting”, ada periode di mana penggunaan TI meningkat tajam. Contoh mudah adalah aplikasi Human Resource (HR) yang pada akhir bulan selalu meningkat penggunaannya karena mengelola gaji karyawan.Untuk skenario “Growing Fast”, bisnis meningkat dengan pesat sehingga kapasitas TI juga harus mengikuti.
Contoh skenario “Unpredictable Bursting” adalah ketika sebuah website berita mendapat pengunjung yang melonjak karena ada berita menarik.Skenario “On and Off” adalah penggunaan TI yang tidak berkelanjutan. Misalnya, sebuah layanan pelaporan pajak, yang hanya digunakan di waktu-waktu tertentu setiap tahun.
Tanpa layanan cloud computing, ke empat skenario ini akan membutuhkan perencanaan TI yang sangat tidak efisien, karena investasi TI harus dilakukan sesuai kapasitas tertinggi, walaupun mungkin hanya terjadi di saat-saat tertentu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kegagalan layanan pada saat “peak time” tersebut.
Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah dikembangkan (elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan pada saat dibutuhkan, dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.
Fokus pada Bisnis, bukan TI
Dengan menggunakan Cloud Computing, kita dapat fokus pada bisnis utama perusahaan, dan bukan berkecimpung di dalam pengelolaan TI. Hal ini dapat dilakukan karena pengelolaan TI dilakukan oleh penyedia layanan, dan bukan oleh kita sendiri. Misalnya, melakukan patchingsecurity updateupgrade hardware, upgrade software, maintenance, dan lain-lain.
Apabila kita memiliki tim TI, maka tim tersebut dapat fokus pada layanan TI yang spesifik untuk bisnis kita, sedangkan hal-hal umum sudah ditangani oleh penyedia layanan.
Kesimpulan
Cloud computing sudah hadir saat ini, termasuk di Indonesia. Jadi, cloud computing bukanlah sebuah hype, melainkan sudah menjadi kenyataan dalam dunia TI.
Bukan berarti kita semua langsung harus berpindah saat ini juga: pada kenyataannya cloud computing bukanlah untuk semua orang. Masih tetap terdapat jenis-jenis layanan yang memang harus dilakukan secara on-premise, walaupun terdapat juga layanan yang menjadi sangat efisien bila dilakukan dengan cloud computing. Beberapa jenis layanan bahkan dapat dilakukan secara bersamaan (hybrid) dengan menggabungkan kedua jenis implementasi tersebut.
Oleh karena itu, carilah penyedia layanan yang dapat memberikan saran yang tepat dan terbaik bagi kebutuhan anda. Kesuksesan penggunaan cloud computing akan sangat ditentukan oleh kemampuan penyedia layanan dalam memberikan layanan yang tepat dan terbaik bagi pelanggan.


- konsep cloud computing

Cloud computing adalah teknologi yang menggunakan internet dan server pusat yang jauh untuk menjaga/mengelola data dan aplikasi. Cloud computing membantu konsumen dan pebisnis untuk menggunakan aplikasi tanpa melakukan instalasi, mengakses file pribadi mereka di komputer manapun dengan akses internet. Teknologi ini memungkinkan efisiensi lebih dengan memusatkan penyimpanan, memory, pemrosesan, dan bandwith.

Contoh cloud computing adalah Yahoo email atau Gmail. Anda tidak perlu software atau server untuk menggunakannya. Semua konsumen hanya perlu koneksi internet dan mereka dapat mulai mengirimkan email. Software manajemen email dan serber semuanya ada di cloud (internet) dan secara total dikelola oleh provider seperti Yahoo, Google, etc. Konsumen hanya perlu menggunakan software itu sendiri dan menikmati manfaatnya. Analoginya adalah, "Jika and membutuhkan susu, kenapa membeli sapi?" Yang semua pengguna butuhkan adalah manfaat menggunakan software atau hardware seperti mengirim email dll. Hanya untuk mendapatkan manfaat ini (susu) mengapa konsumen harus membeli sapi (software/hardware)

Cloud computing dipecah ke dalam 3 segmen : aplikasi, platform, dan infrastruktur. Setiap segmen memberikan tujuan dan penawaran produk yang berbeda untuk pebisnis dan individual di seluruh dunia. Pada bulan Juni 2009, penelitian dilakukan oleh VersionOne yg menemukan bahwa 41% profesional senior di bidang IT tidak tahu apa itu cloud computing dan dua pertiga dari profesional keuangan bingung dengan konsep tersebut. Pada bulan September 2009, penelitian Aberdeen Group menemukan bahwa perusahaan yang disiplin mencapai rata-rata 18% pengurangan biaya IT mereka dari cloud computing dan 16% pengurangan dalam data center power costs.

http://www.prasaswo.tk/first/pengertian-cloud-computing-bagian-1

Jumat, 29 Juli 2011

puisi

Kesimpulan
oleh : Niko Setiawan


sepucuk surat saat kubaca
beribu makna yang aku dapat
tersimpan walau hanya sdikit
tersalin saat berkata
    walau hanya sebentar memaknai
   tapi banyak pengartiaan yang kumengerti
  satu dari yang seribu arti
  berjuta dari yang kudapati
menepi saat barjalan di hari
harus ku mengerti satu hati
biar terungkap makna
kuhapus duka lara

Senin, 25 Juli 2011

E-commerce

. E-commerce merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver“.
E-commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan) .
“Elektronic Commerce adalah transaksi komersial dari produk dan jasa dalam format elektronik” (Transatlantic Business Dialogue Electronic Commerce White Paper, 1997)
“Electronic Commerce merujuk secara umum kepada semua bentuk transaksi yang berkaitan dengan aktifitas komersial, baik organisasi maupun individual, yang berdasarkan pada pemrosesan dan transmisi data yang di digitalisasikan, termasuk teks, suara, dan gambar” (OECD, 1997)
Proses dalam E-commerce
  • Presentasi electronis (Pembuatan Web site) untuk produk dan service (layanan).
  • Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.
  • Otomasi account pelanggan secara aman (baik nomor rekening maupun nomor Kartu Kredit).
  • Pembayaran yang dilakukan secara Langsung (online) dan penanganan transaksi.
Keuntungan transaksi E-commerce :
  • Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
  • Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.
  • Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik / pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
  • Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.
Tags: , , ,

Minggu, 24 Juli 2011

silabus E-Commerce versi 1

Tujuan Umum:
Mahasiswa memahami konsep dan istilah perdagangan secara elektronik melalui internet dan mampu membuat website untuk mengaplikasikan konsep tersebut.
Tujuan Khusus:
  • Mahasiswa memahami berbagai konsep yang berhubungan dengan e-commerce.
  • Mahasiswa memahami konsep email, domain dan hosting.
  • Mahasiswa mampu melakukan instalasi webserver secara lokal.
  • Mahasiswa mampu melakukan instalasi berbagai program open source yang berhubungan dengan e-commerce.
  • Mahasiswa mampu melakukan penyetelan dan pemutahiran konten dari berbagai program e-commerce.
  • Mahasiswa mampu melakukan proses instalasi dan menggunakan program e-commerce secara online.
  • Mahasiswa mampu mempromosikan website lewat search engine dan media promosi lainnya.

Silabus:
Materi: Pengenalan E-Commerce
Waktu: 2 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa memahami definisi e-commerce dan sejarahnya
- Mahasiswa memahami berbagai model bisnis e-commerce (b2b, b2c, c2b, c2c) beserta contohnya
- Mahasiswa memahami berbagai metode bertransaksi secara online (cc, transfer, internet banking)
Kebutuhan:
- Dosen membutuhkan koneksi internet untuk menunjukkan berbagai contoh website e-commerce dan mendemonstrasikan proses transaksi
Materi: E-Mail, Domain, Hosting
Waktu: 2 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa memiliki dan mampu menggunakan e-mail
- Mahasiswa memahami konsep domain dan hosting
- Mahasiswa mampu melakukan regstrasi domain dan hosting
Kebutuhan:
- Mahasiswa membutuhkan koneksi internet untuk: register domain dan hosting, praktek penggunaan email
Materi: Webserver dan Dasar HTML
Waktu: 3 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa memahami konsep file dan folder yang berhubungan dengan webserver
- Mahasiswa mampu melakukan installasi program webserver pada komputer lokal
- Mahasiswa memahami syntax dasar HTML
- Mahasiswa mampu mengupload file yang dibutuhkan untuk menampilkan website sederhana yang telah dibuat
Kebutuhan:
- Jaringan komputer (LAN) untuk membantu memahami konsep webserver
Materi: Installasi dan Penggunaan WordPress
Waktu: 3 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa mampu menginstall WordPress pada webserver
- Mahasiswa mampu registrasi pada server wordpress.com
- Mahasiswa mampu melakukan penyetelan dasar WordPress
- Mahasiswa mampu memutahirkan kontent WordPress, yang termasuk di dalamnya: Posts, Pages, Tags, dan Categories
- Mahasiswa mampu mengupload kontent WordPress, yang termasuk di dalamnya: gambar, suara, file, dsb
- Mahasiswa mampu mencari dan mengganti theme WordPress
- Mahasiswa mampu mencari, menambah, mengaktifkan, menonaktifkan plug-in pada WordPress
- Mahasiswa mampu meletakkan dan memindahkan widget pada WordPress
Kebutuhan:
- Mahasiswa membutuhkan koneksi internet untuk praktek
Materi: Installasi dan Penggunaan Plug-In Shopping Cart
Waktu: 1 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa mampu menginstall dan menggunakan plug-in shopping cart untuk WordPress
Kebutuhan:
- Mahasiswa membutuhkan koneksi internet untuk praktek
Materi: Promosi Website
Waktu: 2 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa mampu mendaftarkan situs ke dalam search engine, yang diantaranya adalah: google, bing, yahoo, dan alexa
- Mahasiswa memahami konsep ranking google dan alexa
- Mahasiswa mampu menambahkan widget page rank dan alexa ke dalam sebuah website
- Mahasiswa mampu mempromosikan websitenya dengan cara: link exchange, forum/email signature, iklan baris online, social network
Kebutuhan:
- Mahasiswa membutuhkan koneksi internet untuk praktek
Materi: Pencarian Konten dan Penerjemahan Menggunakan Google
Waktu: 1 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa mampu mencari informasi yang spesifik dengan menggunakan Google
- Mahasiswa mampu mencari gambar yang spesifik dengan menggunakan Google
- Mahasiswa mampu mencari dokumen dengan format: pdf, doc, xls, zip dengan menggunakan Google
- Mahasiswa mampu melakukan penerjemahan suatu website dengan bantuan Google
Kebutuhan:
- Mahasiswa membutuhkan koneksi internet untuk praktek
Materi: Internet Data Mining
Waktu: 1 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa mampu menggunakan internet untuk mencari pelanggan yang berpotensi
Kebutuhan:
- Mahasiswa membutuhkan koneksi internet untuk praktek
Materi: Bulk Email dan Bulk SMS
Waktu: 1 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa mengenal dan mampu menggunakan software Bulk Email dan Bulk SMS
- Mahasiswa memahami aturan dan etika dari penggunaan Bulk Email dan Bulk SMS
Kebutuhan:
- Komputer dan HP yang kompatible dengan software Bulk SMS
- Mahasiswa membutuhkan koneksi internet untuk praktek
Materi: Online Supporting
Waktu: 2 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa mampu melakukan instalasi dan penyetelan software online supporting
- Mahasiswa mampu melakukan online supporting dengan contoh kasus yang telah disediakan
Kebutuhan:
- Mahasiswa membutuhkan koneksi internet dan LAN untuk praktek
Materi: Menyediakan Customer Support
Waktu: 2 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa mampu melakukan pemasangan plug-in (chatbox, forum) yang dapat digunakan untuk melakukan Customer Supporting pada websitenya
- Mahasiswa mampu melakukan customer supporting dengan contoh kasus yang telah disediakan
Kebutuhan:
- Mahasiswa membutuhkan LAN untuk praktek
Materi: Berbagai Plug-In WordPress
Waktu: 2 Pertemuan
Target:
- Mahasiswa mampu menginstall dan menggunakan beberapa plug-in WordPress yang mampu memperkaya fungsi sebuah website.
Kebutuhan:
- Mahasiswa membutuhkan komputer untuk praktek.
http://adha.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19494/e-commerce-indonesia.pdf
http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-content/uploads/2011/07/Diktat_internet.pdf
http://deris.unsri.ac.id/materi/deris/ecommerce_deris.pdf